Insights

Investasi Komoditas untuk Ketahanan Portofolio

Rasya Azkha

5 Menit

MemBaca

Oct 23, 2025

Komoditas menjadi elemen penting dalam strategi diversifikasi karena dapat mengurangi risiko dan menyeimbangkan performa portofolio. Setiap kategori komoditas berkontribusi berbeda terhadap ketahanan jangka panjang.

Commodities

portofolio-investasi-komoditas

Investasi komoditas menawarkan cara bagi individu maupun institusi untuk mendapatkan eksposur pada aset nyata seperti emas, minyak, dan hasil pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi global. Tidak seperti saham atau obligasi, komoditas memiliki nilai intrinsik yang diperdagangkan di pasar internasional melalui kontrak berjangka atau kepemilikan langsung.

Strategi ini membantu diversifikasi portofolio, melindungi nilai dari inflasi, dan tetap relevan di tengah fluktuasi ekonomi dunia membuatnya sebagai opsi alternatif investasi komoditas yang solid bagi investor jangka panjang.

Apa itu Investasi Komoditas?

Investasi komoditas adalah aktivitas memiliki atau mendapatkan eksposur terhadap komoditas, yaitu bahan mentah atau sumber daya alam seperti minyak, logam, dan produk pertanian, sebagai sebuah kelas aset tersendiri. Investor dapat berpartisipasi dengan membeli komoditas fisik seperti emas atau perak, maupun melalui instrumen keuangan yang diperdagangkan di bursa, seperti derivatif dan kontrak berjangka.

Terdapat dua pendekatan utama yaitu perdagangan fisik atau spot, di mana komoditas benar-benar dibeli dan dikirimkan, serta perdagangan berjangka (futures trading), yang menggunakan kontrak standar untuk membeli atau menjual sejumlah komoditas pada tanggal tertentu di masa depan.

Saat ini, kontrak berjangka lebih banyak diminati karena menawarkan akses yang lebih mudah, likuiditas tinggi, serta potensi lindung nilai terhadap inflasi atau volatilitas pasar.

Keuntungan Investasi Komoditas

Investasi komoditas menawarkan berbagai keuntungan bagi investor, produsen, maupun pembeli.

Bagi investor

Ketika investor memasukkan kontrak berjangka komoditas ke dalam portofolio dapat menambah diversifikasi di samping aset tradisional seperti saham dan obligasi, sehingga menciptakan struktur investasi yang lebih tangguh.

Hal tersebut dikarenakan pergerakan harga komoditas sering kali berbeda dari aset keuangan, investasi ini dapat membantu menyeimbangkan kerugian selama penurunan pasar

Bagi Produsen

Produsen dapat memperoleh manfaat melalui penggunaan kontrak berjangka untuk lindung nilai harga, dengan mengunci tarif penjualan di masa depan guna melindungi diri dari fluktuasi pasar dan memindahkan risiko volatilitas harga kepada spekulan atau konsumen.

Bagi Konsumen

Pembeli bisanya menggunakan investasi komoditas untuk menjamin pasokan bahan baku yang stabil, mencegah gangguan produksi, dan menjaga kelangsungan operasional.

Pelaku industri biasanya menggunakan investasi komoditas untuk memastikan pasokan bahan baku tetap stabil, menghindari risiko gangguan produksi, dan menjaga kelangsungan operasional. Bagi investor, komoditas juga berfungsi sebagai pelindung nilai terhadap inflasi, karena harga komoditas cenderung meningkat ketika inflasi naik, sebagaimana terlihat pada pergerakan Bloomberg Commodity Index.

Secara keseluruhan, investasi komoditas meningkatkan stabilitas portofolio, mengurangi risiko, dan memberikan perlindungan berharga terhadap ketidakpastian pasar maupun ekonomi.

Risiko dalam Investasi Komoditas

Fluktuasi Harga

Investasi komoditas memiliki risiko yang cukup besar karena sensitif terhadap kondisi ekonomi global serta dinamika penawaran dan permintaan. Harga komoditas dapat berfluktuasi tajam karena mencerminkan sentimen pasar dan faktor makroekonomi.

Dinamika Pasar Eksternal

Gejolak yang berasal dari sisi pasokan, seperti ketegangan geopolitik atau gangguan produksi, sering menyebabkan kenaikan harga yang tiba-tiba. Sementara itu, tekanan dari sisi permintaan, misalnya perlambatan ekonomi, biasanya membuat harga melemah karena konsumsi menurun.

Komoditas secara alami bersifat volatil dan dipengaruhi oleh kebijakan perdagangan global, regulasi pemerintah, inflasi, serta tekanan kompetitif, sehingga pergerakan harganya sulit diprediksi.

Instrumen Turunan Komoditas

Selain itu, dana komoditas atau produk yang diperdagangkan di bursa (exchange traded products) yang menggunakan instrumen turunan seperti kontrak berjangka dan opsi dapat semakin memperbesar volatilitas, meningkatkan potensi keuntungan sekaligus risiko kerugian.

Oleh karena itu, investor perlu memahami bahwa risiko-risiko ini dapat berdampak signifikan terhadap imbal hasil, dan sebaiknya mendekati investasi komoditas dengan strategi yang terinformasi, portofolio yang terdiversifikasi, serta kesadaran yang kuat terhadap tren pasar untuk mengelola ketidakpastian secara lebih efektif.

Komoditas Paling Populer untuk Investasi

Menurut Investopedia, beberapa komoditas yang paling diminati oleh para investor antara lain:

  1. Logam mulia (emas, perak, platinum, tembaga, dan lainnya)
  2. Minyak mentah
  3. Gas alam
  4. Bahan Bakar (Bensin)
  5. Jagung
  6. Gandung
  7. Kedelai
  8. Sapi potong
  9. Babi ternak
  10. Gula
  11. Kayu

Saat ini, perdagangan berjangka (futures trading) didominasi oleh kontrak berjangka pada aset keuangan dibandingkan dengan komoditas mentah. Lebih banyak kontrak diperdagangkan pada instrumen seperti saham, suku bunga, dan mata uang dibandingkan pada komoditas fisik seperti pertanian, energi, atau logam.

Kesimpulan

Investasi komoditas menawarkan peluang sekaligus tantangan, menjadikannya komponen yang berharga namun kompleks dalam portofolio yang terdiversifikasi. Meskipun memberikan perlindungan terhadap inflasi dan meningkatkan stabilitas portofolio, investor juga harus mampu mengelola risiko yang timbul akibat volatilitas pasar, ketegangan geopolitik, dan perubahan permintaan global.

Dengan memahami cara kerja pasar komoditas, baik melalui perdagangan fisik maupun kontrak berjangka, investor dapat membuat keputusan yang lebih bijak dan memanfaatkan peluang pergerakan harga secara strategis.

Pada akhirnya, karena sifatnya yang kompleks, investasi komoditas memerlukan pemahaman mendalam terhadap dinamika pasar dan manajemen risiko agar dapat menyeimbangkan potensi keuntungan dengan risiko yang melekat, sekaligus memastikan pertumbuhan keuangan yang berkelanjutan dan tangguh.

Bacaan menarik: 7 Jenis Investasi Komoditas saat Inflasi bagi Investor

Rasya Azkha

Mulai Trading Hari ini bersama ACM

Cari tahu di sini

NEWSLETTER

Langganan Informasi Terkini

Bergabunglah dengan komunitas profesional komoditas dan nikmati informasi terkini, berita penting, serta analisis mendalam yang dikirim langsung melalui email.

Thank you! You've successfully subscribed to our mailing list.
Oops! Something went wrong there. Please try again later.