Insights
Dresyamaya Fiona
•
3 Menit
MemBaca
•
Jun 25, 2025
Memasuki tahun 2025, investasi emas dan investasi perak terus menarik perhatian investor di seluruh dunia. Logam mulia ini tetap menjadi fondasi penting dalam portofolio yang terdiversifikasi, terutama di tengah dinamika ekonomi, teknologi, dan geopolitik yang terus berkembang.
Menurut Grip Invest, sebagian pengamat pasar mencatat bahwa alokasi portofolio historis untuk emas dan perak bervariasi, dengan contoh 8% untuk emas dan 15% untuk perak. Namun, alokasi ideal tetap bergantung pada profil risiko dan tujuan investasi masing-masing individu.
Memahami tren investasi emas dan perak terbaru memberikan wawasan berharga bagi investor untuk mengikuti perkembangan dinamika pasar.
Di tahun 2025, permintaan terhadap emas dan perak yang berkelanjutan serta bersumber secara etis semakin meningkat. Investor kini lebih memperhatikan dampak lingkungan dan sosial dari kegiatan pertambangan. Transparansi rantai pasok dan praktik ramah lingkungan menjadi faktor penting. Perusahaan yang mengedepankan standar tenaga kerja adil dan keberlanjutan berhasil meraih kepercayaan investor, sekaligus memengaruhi arah aliran modal di sektor logam mulia.
Tokenisasi aset emas dan perak merevolusi cara investor mengakses logam mulia. Teknologi blockchain memungkinkan kepemilikan fraksional melalui token digital yang didukung oleh bullion fisik. Tren ini meningkatkan likuiditas sekaligus menurunkan hambatan masuk bagi investor ritel. Pada 2025, semakin banyak platform yang menawarkan token emas dan perak digital yang aman, teregulasi, dan mudah diakses untuk diversifikasi portofolio.
Tekanan inflasi yang persisten dan ketidakpastian global membuat investor kembali melirik investasi emas dan perak sebagai aset lindung nilai. Bank sentral di seluruh dunia menyesuaikan kebijakan moneter, sementara ketegangan geopolitik mendorong volatilitas pasar. Kondisi ini memperkuat peran logam mulia sebagai pelindung terhadap inflasi dan pelemahan mata uang, sehingga menjaga permintaan tetap tinggi.
Perak memiliki sifat unik yang tak tergantikan dalam teknologi baru, mulai dari kendaraan listrik, panel surya, hingga infrastruktur 5G. Di 2025, permintaan industri terhadap perak diperkirakan meningkat, seiring percepatan transisi energi hijau dan digitalisasi. Faktor ini dapat mendorong harga perak, membedakannya dari emas yang lebih banyak digerakkan oleh permintaan investasi.
Sebagian investor memilih instrumen ETF atau reksa dana karena kemudahan aksesnya. Meski tetap ada risiko pasar, produk ini populer karena menawarkan diversifikasi. ETF emas dan perak kini juga mulai mengadopsi kriteria ESG (Environmental, Social, Governance), menarik minat investor yang peduli pada keberlanjutan.
Bank sentral masih menjadi pemegang dan pembeli emas terbesar di dunia. Pada 2025, sejumlah bank sentral diperkirakan akan mempertahankan atau menambah cadangan emasnya untuk diversifikasi dari ketergantungan pada dolar AS. Permintaan institusional ini turut menopang harga emas dan mencerminkan pergeseran strategis dalam kebijakan moneter global.
Walau emas dan perak dipandang sebagai aset stabil, volatilitas harga tetap ada, khususnya dalam jangka pendek. Investor disarankan menerapkan strategi manajemen risiko seperti dollar-cost averaging dan alokasi portofolio seimbang. Mengombinasikan kepemilikan fisik dengan instrumen keuangan seperti ETF dapat meningkatkan keamanan sekaligus menjaga likuiditas.
Ekonomi berkembang, terutama di Asia, semakin berperan penting dalam permintaan emas dan perak, baik untuk tujuan investasi maupun budaya. Didukung oleh meningkatnya kelas menengah dan kesadaran akan logam mulia sebagai penyimpan nilai, tren ini berkontribusi pada dukungan harga jangka panjang serta memperluas basis investor global.
Pada tahun 2025, tren investasi emas dan perak dipengaruhi oleh kombinasi daya tarik tradisional sebagai aset lindung nilai dan inovasi modern seperti tokenisasi digital serta investasi berbasis ESG. Dengan adanya faktor inflasi, kemajuan teknologi, serta meningkatnya kecerdasan investor, logam mulia ini tetap menawarkan potensi diversifikasi, tergantung pada kondisi pasar.
Tetap mengikuti tren terbaru dan menyesuaikan strategi menjadi kunci untuk memaksimalkan manfaat dari investasi emas dan investasi perak di tahun mendatang.