Insights
Rasya Azkha
•
5 Minutes
MemBaca
•
Sep 23, 2025

Investasi berkelanjutan kini menjadi salah satu pendekatan yang semakin diperhatikan di tengah dinamika pasar global. Dengan menyeimbangkan faktor keuntungan dan prinsip ESG (Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola), pendekatan ini membantu investor menilai risiko serta potensi nilai jangka panjang secara lebih menyeluruh.
Namun, seperti halnya investasi lainnya, hasil masa depan tidak dapat dijamin dan nilai investasi dapat berfluktuasi sesuai kondisi pasar
Menurut Harvard Business School, investasi berkelanjutan adalah strategi investasi yang bertujuan untuk menghasilkan keuntungan finansial sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Tidak hanya itu, pendekatan ini juga mendorong cara pandang jangka panjang dan menilai perusahaan berdasarkan dampaknya yang lebih luas terhadap lingkungan dan sosial. Investor perlu mempertimbangkan dengan cermat bagaimana investasi mereka bisa memengaruhi dunia secara keseluruhan.
Ada beberapa jenis investasi berkelanjutan, namun yang paling umum dikenal adalah sebagai berikut:
Investasi ESG menggabungkan faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola ke dalam analisis keuangan tradisional. Pendekatan ini membantu investor mengenali risiko dan peluang yang dapat memengaruhi prospek suatu perusahaan.
Faktor lingkungan mencakup bagaimana perusahaan mengelola dampaknya terhadap alam; Faktor sosial melihat bagaimana perusahaan memperlakukan karyawannya; Faktor tata kelola (governance) mengevaluasi kebijakan perusahaan serta kondisi ekonomi atau pasar negara tempat perusahaan beroperasi.
SRI menyesuaikan keputusan investasi dengan nilai-nilai etika atau moral pribadi investor. Pendekatan ini menggunakan penyaringan positif untuk memastikan dana yang diinvestasikan mendukung perusahaan yang punya tujuan mulia.
Tujuan SRI bukan hanya menghasilkan keuntungan finansial, tapi juga memastikan dana tidak mendukung perusahaan yang dianggap tidak etis.
Impact Investing bertujuan untuk menghasilkan keuntungan sekaligus memberikan manfaat sosial atau lingkungan yang nyata. Dana telah ditentukan dialokasikan untuk solusi atas tantangan tertentu yang bisa memberi perubahan positif seperti energi terbarukan atau perumahan terjangkau.
Green Investing fokus pada pendanaan perusahaan dan proyek yang mendukung inisiatif dan teknologi ramah lingkungan.
Strategi ini memprioritaskan keberlanjutan ekologi dengan mengarahkan dana ke solusi perubahan iklim, polusi, dan pengelolaan sumber daya.
Tujuannya adalah mendukung bisnis yang berkomitmen menjaga kesehatan bumi dalam jangka panjang.
Thematic Investing adalah strategi yang fokus pada tren jangka panjang yang bersifat struktural, seperti energi bersih atau transformasi digital, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Alih-alih hanya melihat sektor tradisional, pendekatan ini berinvestasi di berbagai perusahaan yang diperkirakan akan mendapatkan manfaat dari perubahan besar di masyarakat atau teknologi.
Tujuannya adalah mengambil peluang dari perubahan besar tersebut dengan menyelaraskan portofolio dengan tren pertumbuhan masa depan.
Bacaan menarik: Strategi Investasi Jangka Panjang untuk Logam Mulia
Setelah memahami seluk beluk apa itu investasi berkelanjutan, investasi ini juga memberikan banyak manfaat bagi investor, terutama sebagai alat yang kuat untuk mengelola risiko.
Dengan menganalisis faktor-faktor ESG dari suatu perusahaan, investor bisa menemukan risiko tersembunyi dan mengidentifikasi perusahaan yang lebih tangguh secara finansial.
Pendekatan ini juga memungkinkan investor menyesuaikan portofolionya dengan nilai-nilai pribadi mereka, sekaligus memanfaatkan peluang pertumbuhan di sektor-sektor yang menangani tantangan global.
Investasi berkelanjutan juga memiliki tantangan, seperti greenwashing (ketika perusahaan terlihat ramah lingkungan padahal sebenarnya tidak) dan belum adanya standar ESG yang berlaku secara universal.
Hal ini menyulitkan investor untuk sepenuhnya mengenali perusahaan yang benar-benar berkelanjutan. Kurangnya data yang lengkap dan standar juga membuat pengukuran kinerja menjadi rumit, sehingga mempersulit prediksi hasil investasi baik dalam jangka pendek maupun panjang.
Investasi berkelanjutan kini semakin penting bagi para investor karena menawarkan manfaat yang melampaui analisis keuangan tradisional.
Dengan memasukkan faktor ESG ke dalam proses investasi, investor bisa mendapatkan gambaran yang lebih lengkap dan berpandangan ke depan tentang nilai suatu perusahaan.
Pendekatan ini membantu membangun portofolio yang lebih tangguh dengan mengungkap risiko tersembunyi yang sering tidak terlihat dalam tinjauan konvensional.
Selain itu, investasi berkelanjutan terbukti mampu memberikan hasil keuangan yang kompetitif, bahkan lebih baik, sehingga membantah anggapan bahwa tujuan sosial harus mengorbankan keuntungan.
Pada akhirnya, pendekatan ini memungkinkan investor menyesuaikan investasi mereka dengan nilai-nilai pribadi, sekaligus mendukung perusahaan yang benar-benar berkontribusi untuk menciptakan dunia yang lebih berkelanjutan dan adil.
Bagi investor yang ingin mempersiapkan portofolionya untuk masa depan, apa itu investasi berkelanjutan tidak hanya sekedar pertanyaan, ini adalah strategi keuangan yang cerdas sekaligus sejalan dengan nilai-nilai pribadi.
Dengan memasukkan faktor ESG ke dalam pengambilan keputusan, investor bisa melihat risiko penting yang sebelumnya tersembunyi dan menemukan peluang pertumbuhan baru. Meskipun masih ada tantangan seperti pelaporan yang tidak konsisten, minat terhadap potensi stabilitas jangka panjang tetaplah ada, walaupun hasilnya tidak bisa dijamin.
Di dunia yang semakin menekankan pentingnya keberlanjutan dalam bisnis, mengintegrasikannya ke dalam strategi investasi membantu investor meraih keuntungan, baik dari sisi tujuan sosial maupun kinerja keuangan.
Bacaan menarik: Tren Investasi Emas dan Perak di Tahun 2025