Insights
Dresyamaya Fiona
•
3 Menit
MemBaca
•
Jun 20, 2025
Indonesia merupakan salah satu aktor utama dalam perdagangan komoditas global, dengan produk yang sangat diminati oleh pasar internasional. Komoditas ekspor Indonesia yang unggul menjadi penopang penting ekonomi nasional dan mendukung berbagai sektor industri dunia.
Artikel ini mengulas mengenai beragam komoditas ekspor Indonesia berasal dari hasil pertanian antara lain kelapa sawit, kakao, kelapa, cengkeh hingga kopi. Meskipun begitu juga terdapat juga komoditas ekspor Indonesia yang bukan dari produk pertanian seperti nikel maupun gas petroleum.
Sebagai produsen dan eksportir kelapa sawit terbesar di dunia, Indonesia mengekspor sekitar 46 juta ton per tahun dengan nilai melebihi US$20 miliar. Komoditas ekspor kelapa sawit ini dimanfaatkan luas dalam industri makanan, kosmetik, hingga bioenergi.
Namun, isu lingkungan dan tekanan dagang, terutama dari Amerika Serikat, mendorong Indonesia untuk menerapkan praktik produksi berkelanjutan guna menjaga daya saingnya di pasar global.
Nikel kini menjadi komoditas ekspor Indonesia yang sangat strategis karena digunakan dalam baterai kendaraan listrik dan baja tahan karat. Sejak larangan ekspor bijih nikel mentah tahun 2014, Indonesia menarik banyak investasi asing, khususnya dari Tiongkok, dan kini menjadi pemasok utama sektor ini.
Indonesia menempati peringkat ketujuh dunia sebagai eksportir gas petroleum, menyumbang hampir 5% pasokan global. Pada 2024, nilai ekspor mencapai US$4,7 miliar, menunjukkan peran penting Indonesia dalam pasar energi internasional.
Industri alas kaki Indonesia terus berkembang, dengan nilai ekspor tahunan melebihi US$6 miliar, mencakup sepatu olahraga dan kasual. Biaya tenaga kerja yang kompetitif dan keahlian manufaktur menjadikan Indonesia basis produksi pilihan bagi berbagai merek global.
Dengan luas perkebunan lebih dari 3 juta hektar, Indonesia adalah salah satu produsen karet alam terbesar dunia. Pada 2022, komoditas ekspor Indonesia ini mencapai 3,5 juta ton senilai US$5,2 miliar. Permintaan tinggi datang dari sektor ban kendaraan, dengan Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang sebagai pasar utam
Indonesia merupakan eksportir utama produk kertas dan pulp, dengan total ekspor mencapai US$8,37 miliar pada 2023. Kekayaan hutan dan kemampuan pemrosesan yang mapan memungkinkan Indonesia memenuhi permintaan dari Tiongkok, Jepang, dan Asia Tenggara.
Produk komoditas ekspor Indonesia seperti minyak kelapa, kelapa parut kering, dan briket arang kelapa semakin diminati karena sifatnya yang berkelanjutan dan sehat. Lingkungan tropis dan praktik pertanian yang ramah lingkungan memperkuat posisi Indonesia di segmen ini.
Kopi Indonesia dikenal karena rasa yang khas, termasuk kopi luwak yang mendunia. Pada 2021, produksi komoditas pertanian ini mencapai 765.000 ton, dengan ekspor utama ke Malaysia, Jepang, dan Vietnam.
Sebagai produsen kakao terbesar ketiga dunia, Indonesia menyuplai sekitar 740.000 ton per tahun. Ekspor ditujukan ke Malaysia, Singapura, dan Jepang, menopang industri cokelat dan permen global.
Indonesia termasuk eksportir utama cengkeh, mengekspor sekitar 10.000 ton pada 2022 senilai sekitar US$80 juta. Cengkeh digunakan dalam makanan, farmasi, dan rokok kretek khas Indonesia, dengan pasar utama seperti India, Pakistan, dan Vietnam
Komoditas ekspor Indonesia mencerminkan kekayaan alam dan posisi strategisnya dalam perdagangan global. Setelah memahami contoh komoditas ekspor diatas, mulai dari sumber daya energi gas petroleum, hingga ekspor pertanian seperti kelapa sawit dan karet alam, produk-produk ini memiliki peran penting dalam rantai pasok internasional.
Untuk mempertahankan daya saing, Indonesia perlu terus mendorong inovasi, keberlanjutan, dan investasi dalam proses hilirisasi bernilai tambah. Upaya ini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai penyedia komoditas ekspor unggulan di pasar dunia.